Dua Rumah Sakit Besar akan Dibangun di Samarinda


korankaltim
korankaltim
Koran Kaltim     2 bulan yang lalu     55.184 kali
img

SAMARINDA –  Menjadi Ibukota Provinsi Kaltim, lazim kiranya Kota Samarinda menjadi incaran para investor.  Tak melulu bisnis hiburan, atau makanan, kali ini Kota Tepian disambangi pebisnis jasa kesehatan.  

Walikota Samarinda Syaharie Jaang beberapa waktu lalu sempat menyinggung, bahwa ada dua rumah sakit besar yang akan dibangun. 

Hal tersebut dibenarkan Sekretaris Kota Samarinda Sugeng Chairuddin.  

Ia membeber yang sudah melakukan presentasi adalah PT Bumi Mulia Abadi selaku investor rumah sakit Dharmawan Medika yang menyampaikan seputar rencana investasi kepada pejabat di lingkungan Pemkot Samarinda di Hotel Midtown, Jl Hasan Basri, Selasa (13/2) lalu.

Tak main-main, Sugeng mengungkap, nilai total investasi  yang akan digelontorkan perusahaan asal Singapura tersebut cukup besar, yakni mencapai Rp 500 miliar.  Rumah sakit yang rencananya akan didirikan di lahan seluas 4 hektare di Jl PM Noor, Kecamatan Samarinda Utara, dan memiliki 13 lantai serta 300 kamar.

“Untuk lokasi, sudah dicek dan tidak bertentangan dengan Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) kita (Kota Samarinda) aman.  Lahannya juga punya mereka sendiri, jadi kewajiban mereka cuma bayar pajak aja,” ujar Sugeng ditemui di Balikota, belum lama ini.

Tahap awal, kata Sugeng, PT Bumi Mulia Abadi tersebut sedang fokus mengurus perizinan, di antaranya Izin Mendirikan Bangunan (IMB).  Pasalnya sebelum IMB terbit, ada beberapa rangkaian prosedur dan izin yang harus diselesaikan oleh investor.  Bahkan, lanjut dia, setelah IMB terbit, juga ada sejumlah perizinan yang harus dilengkapi dalam pendirian sebuah rumah sakit, sesuai Peraturan Menteri Kesehatan (Permenkes). “Kalau dengan RTRW nggak ada masalah,” ujarnya.  

Sugeng menambahkan, selain dua nama yang sudah disebut Syaharie Jaang, termasuk PT Bumi Mulia Abadi, ada sau lagi investor yang juga berminat mendirikan rumah sakit di Samarinda.

Untuk lokasinya, kata Sugeng, ada di  Kecamatan Palaran dan Kecamatan Sungai Kunjang.  “Jadi ada tiga totalnya,” katanya.

Bukan sebagai pesaing.  Kehadiran rumah sakit swasta baru tersebut justru merupakan bagian dari pemicu peningkatan layanan, khususnya di rumah sakit pemerintah.  Selain itu, masyarakat akan lebih banyak memiliki pilihan, terkait layanan kesehatan.  “Kan yang dilayani bukan cuma warga Samarinda, ada yang dari luar kota ke sini juga,” paparnya.

Sementara itu, mengenai penyerapan tenaga kesehatan, dalam presentasinya, investor telah menyampaikan komitmen untuk menyerap tenaga kerja lokal.  “Ya tentu, tapi sekarang kan masih tahap pembangunan fisik, nanti kan pasti terserap tenaga kesehatan kita, komitmennya ada,” tandasnya. (rs)

berita TERKAIT


baca LAINNYA