Terancam Longsor, Tiga Rumah Dirobohkan di Desa Telemow


korankaltim
korankaltim
Koran Kaltim     3 hari yang lalu     68 kali
img Longsor Telemow: Sejumlah warga tampak tengah berjibaku dengan bangunan yang terkena bencana longsor di Desa Telemow, PPU. Sejauh ini jumlah rumah yang terkena longsor sebanyak 23 unit. (Foto: wn1017/kk)

PENAJAM – Bencana Tanah Longsor di RT 6 dan 7 Desa Telemow, Kecamatan Sepaku, Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) pada Rabu (11/4) lalu bertambah menjadi 23 rumah.

Sebelumnya, rumah yang roboh akibat pergeserah tanah itu berjumlah 20 rumah. Namun berselang lima hari setelah kejadian, kembali terjadi longsor susulan yang mengancam tiga rumah lain. Ketiga tempat tinggal itu dirobohkan menggunakan alat berat, lantaran kondisi sebagian tiangnya sudah tidak berfungsi.

“Kami melakukan pengurangan resiko bencana susulan dengan meruntuhkan tiga rumah itu, karena memang kondisinya membahayakan dan sudah tidak layak akibat pergeseran tanah,” ungkap Kasubbid Kedaruratan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten PPU, Samudri, Senin (16/4).

Menurut dia, sejauh ini pergerakan tanah masih terus berlangsung. Dengan demikian menurut dia, jumlah rumah yang terkena longsor diperkirakan akan terus bertambah. Hasil pantauan BPBD PPU, masih terdapat beberapa titik pergesaran tanah di lokasi, sehingga sewaktu-waktu akan terjadi bencana longsor susulan.

“Masih terdapat kurang lebih 20 rumah yang terancam dan saat ini sedikitnya 104 jiwa sudah diungsikan ke rumah tetangga maupun keluarganya,” ujarnya.

Ratusan warga di Desa Telemow, Sepaku menolak direlokasi, keluar daerah itu dengan berbagai alasan. Padahal pemerintah daerah sudah menawarkan agar lokasi perkampungan dipindahkan ke Trunen Desa Bumi Harapan.

Ditambahkannya, Pemkab PPU akan berkoordinas dengan pimpinan PT Internasional Timber Corporation Indonesia Kartika Utama (ITCIKU) Hutani Manunggal untuk memberikan lahannya, agar warga bisa segera direlokasi.

“Kami akan mengusulkan untuk pinjam pakai lahan kepada PT ITCIKU. Insya Allah, besok (hari ini) kami akan pergi mengusulkan itu, kurang lebih ada 6 hektare (ha) yang diajukan,” tutupnya. 

Hingga kini warga setempat masih tidak diperkenankan beraktifitas di area bencana. Atas kejadian itu pula, sejumlah pihak memberikan bantuan kepada korban berupa sembako maupun uang tunai. (wn1017)


berita TERKAIT


baca LAINNYA