Pertamina Belum Bisa Ganti Pipa yang Patah


korankaltim
korankaltim
Koran Kaltim     3 hari yang lalu     99 kali
img Yudy Nugraha

BALIKPAPAN - PT Pertamina (Persero) tengah menyiapkan pipa pengganti, untuk menggantikan pipa yang patah di perairan Teluk Balikpapan pada Sabtu (31/3) lalu.

Penggantian pipa belum bisa dilakukan segera karena masih harus menunggu petunjuk dari penyidik Ditreskrimsus Polda Kaltim terlebih dahulu. Sesuai prosedur, pipa yang patah di dasar laut akan terlebih dahulu diangkat ke permukaan untuk kepentingan penyidikan.

Region Manager Communication & CSR Pertamina Kalimantan, Yudy Nugraha menjelaskan pipa pengganti tersebut akan dipasang setelah penyidikan kepolisian sudah dianggap lengkap. Pertamina tak ingin penggantian justru akan menyulitkan proses penyidikan polisi untuk mengungkap penyebab patahnya pipa di dasar laut.

“Pipa pengganti ini akan dibawa dari Balongan ke Balikpapan. Apabila pipa yang putus sudah diangkat dari dasar laut dan diperbolehkan oleh pihak penyidik untuk penggantian pipa, maka pipa pengganti ini dapat segera dipasang,” ujarnya, Minggu (15/4) siang.

Dia menyebut pipa yang disiapkan berjumlah 22 joint dengan panjang masing-masing 12 meter. Untuk saat ini Pertamina mengalirkan minyak mentah dari Terminal Crude Lawelawe ke kilang Balikpapan menggunakan pipa bawah laut lain yang berukuran 16 inchi. Di mana sebelumnya pipa untuk menyalurkan minyak mentah tersebut berukuran 20 inchi. 

“Dengan diangkatnya potongan pipa yang putus tersebut, pihak Kepolisian akan melakukan penyelidikan untuk menemukan penyebab putusnya pipa minyak mentah ini,” harapnya.

Diketahui pipa Pertamina yang putus memiliki ketebalan pipa 12.7 mm terbuat dari bahan pipa Carbon steel pipe API 5L Grade X42. Kekuatan pipa terhadap tekanan diukur dari safe Maximum Allowable Operating Pressure (MAOP),1061.42 Psig, sementara, operating pressure yang terjadi pada pipa hanya mencapai 170.67 Psig.

“Kondisi pipa sebelum putus sangat baik dan diinspeksi secara berkala. Terakhir kali visual inspection tanggal 10 Desember 2017 oleh diver untuk check kondisi external pipa, cathodic protection dan spot thickness,” tuturnya.

Inspeksi untuk sertifikasi terakhir dilakukan 25 Oktober 2016, sertifikat kelayakan penggunaan peralatan yang dikeluarkan oleh Dirjen Migas masih berlaku hingga 26 Oktober 2019. “Serifikasi dilakukan 3 tahun sekali sesuai SKPP Migas,” tandasnya. (yud)

berita TERKAIT


baca LAINNYA