Sekolah Benarkan SR Siswi Asal Tenggarong


korankaltim
korankaltim
Koran Kaltim     1 minggu yang lalu     3.037 kali
img

TENGGARONG - SR ternyata memang salah satu siswi kejuruan di salah satu sekolah sewasta di Kecamatan Tenggarong, Kutai Kartanegara (Kukar).

Informasi yang dihimpun media ini, SR merupakan siswi kelas X. “Iya betul itu siswi di sini. Dia Kelas I SMK (X),” kata Sukijan, juru bicara sekolah tempat SR menimba ilmu.

Hanya saja, Sukijan enggan memberikan keterangan lebih lanjut dan menyerahkan semuanya ke Kepala Sekolah (Kepsek) yang sedang keluar daerah. “Bapak nggak ada, sama beliau saja,” tuturnya.

Namun setelah sedikiti didesak, Sukijan pun mengungkapkan bahwa foto bugil itu memang merupakan foto SR yang diambil saat libur sekolah beberapa waktu lalu.

“Itu foto di luar sekolah, waktu libur kemarin,” ucapnya dan mengaku tidak bisa lagi memberikan komentar.

Diberitakan sebelumnya, warga Tenggarong heboh dengan beredarnya foto syur salah seorang siswi asal Tenggarong di media sosial. Foto dengan gambar yang sangat tidak boleh dilihat bocah di bawah umur itu beredar luas.

Tak hanya foto, ada pula percakapan antara SR dengan salah seorang rekan sekolahnya. Jika menilik chattingnya, sagn rekan adalah teman karib SR yang coba mengingatkan resiko yang akan terjadi jika SR tak segera menghapus foto tak senonoh itu.

Dikonfirmasi terpisah, Dinas Pendidikan (Disdik) Provinsi Kaltim selaku pihak yang membawahi tingkat SMK sederajat belum menerima laporan resmi adanya kasus siswinya. Kepala Disdik Kaltim Dayang Budiyati melalui Kabid Ketenagaan Idhamsyah mengaku pihaknya baru mengetahui hal ini melalui pemberitaan, Jumat (12/1). “Kami baru mengetahui, kami segera berkoordinasi dengan sekolah terkait,” ujar Idhamsyah.

Ia mengaku Disdik Kaltim sudah rutin memberikan pengarahan terhadap guru serta siswa khususnya untuk mencegah tindak asusila. Namun nyatanya sampai saat ini masih sering terjadi kasus asusila dikalangan siswa. “Pengarahan kami lakukan sesering mungkin apalagi saat kewenangan SMA dan SMK berada di bawah kami,” jelasnya.

Ia meminta kepada setiap orangtua siswa di rumah juga memberi pengaruh baik. Sehingga langkah ini juga sinkron dengan sekolah.

Menurut dia pengaruh kecanggihan teknologi juga sangat berpengaruh bagi perkembangan anak.

Makanya tak heran jika tindakan asusila sering kali terjadi dikalangan remaja. “Sekarang apa yang tidak bisa dengan internet. Belajar pun bisa bersumber dari internet,” bebernya. (ami/ms)


baca LAINNYA