Ruangan Penuh, Pasien di Rawat Dilorong Rumah Sakit


korankaltim
korankaltim
Koran Kaltim     1 minggu yang lalu     490 kali
img Rawat di Lorong: Suasana perawatan pasien di RSUD Ratu Aji Putri Botung di Kabupaten PPU di lorong rumah sakit. Saat ini kamar perawatan khsusu orang dewasa penuh, terpaksa pasien yang harus menjalani rawat inap, bermalam di lorong-lorong rumah sakit.

PENAJAM – Sejumlah pasien di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Ratu Aji Putri Botung (RAPT) Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) terpaksa harus menjalani perawatan di lorong rumash sakit. KOndisi miris ini terjadi lantaran ruang Tulip, ruang perawatan khusus orang dewasa itu penuh sehingga tidak dapat menampung pasien.

Ruang Tulip di RSUD Kabupaten PPU berkapasitas 37 pasien, sementara jumlah pasien saat ini sudah mencapai kurang lebih 47 pasien.

Menurut salah satu pasien, Rajab warga Kecamatan Waru yang menderita penyakit Asma menjelaskan, sejak dirinya dipindahkan dari ruang UGD, ia hanya mendapatkan perawatan di lorong.

“Ruangannya penuh kata dokter mas, jadi untuk sementara kami di sini (lorong), nanti kalau ada pasien keluar baru kamu gantian,” ungkap Rajab ketika di temui media ini, Jum’at (12/1).

Rajab mengaku sudah dua malam menginap di lorong rumah sakit itu, terlebih para keluarganya yang menemani dirinya harus beristirahat di lantai.

Pasien lainnya, Sumarji warga RT 02 Kelurahan Nipah-Nipah mengaku dirinya lebih memilih dirawat di lorong ruang perawatan, lantaran ia menilai kondisi ruangan yang tersedia panas, sebab alat pendingin yang tersedia sudah tidak berfungsi.

“Sempat mau dipindahkan, cuma saya minta di sini saja, soalnya di ruang kondisinya panas, AC-nya mati, mungkin rusak,” keluhnya.

Dari hasil pantauan di ruang perawatan, sejumlah Air Conditioner atau AC sudah tidak aktif yang membuat pasien kepanasan. Bahkan sejumlah keluarga pasien harus membawa kipas sendiri lantaran ruang inap gerah terlebih pada siang hari.

Direktur RSUD Ratu Aji Putri Botung, Jense Grace menjelaskan sejauh ini dirinya belum menerima laporan adanya perawatan di lorong-lorong rumah sakit. 

Bagi dia, perawatan terhadap pasien di rumah sakit tetap harus dijalankan. Dokter spesialis bisa memutuskan pasien itu dirujuk atau dipulangkan.

“Dulu pasien tidak harus sampai dirawat di lorong, entah ada fenomena apa yang mereka lakukan,” paparnya.

Lanjutnya, sebelumnya hampir tidak ada pasien yang menjalani perawatan inap dilorong. Sebab, jika ruangan sudah hampir penuh, dokter selektif untuk memutuskan pasien boleh atau tidak untuk dipulangkan, sehigga pasien yang terdapat di UGD bisa dipindahkan ke ruangan.

Kondisi berbeda terjadi sekarang, dokter tidak peduli dengan menumpuknya pasien. “Sikap seperti ini merugikan rumah sakit, karena angka rujukan lebih tinggi dan biaya rujukan besar, nantinya akan dilakukan pembinaan kepada pegawai itu,” tutupnya. (wn1017) 



baca LAINNYA