BNNP Kaltim Libatkan 9 Petugas Tes Urine Calon Gubernur


korankaltim
korankaltim
Koran Kaltim     1 minggu yang lalu     1.169 kali

SAMARINDA – Tes bebas narkoba menjadi salah satu rangkaian tes kesehatan yang harus dijalani para bakal calon gubernur dan calon wakil gubernur yang akan bertarung di Pilgub Kaltim 2018. 

Hari pertama tes kesehatan yang dilakukan di RSUD AW Sjahranie Samarinda pada Kamis (11/1), tiga pasangan bakal calon sudah menjalani pemeriksaan urine, yakni Isran Noor-Hadi Mulyadi, Andi Sofyan Hasdam-Nusyirwan Ismail serta Syaharie Jaang-Awang Ferdian Hidayat. 

Kemarin, Jumat (12/1) satu pasangan bakal calon gubernur menyusul melakukan pemeriksaan kesehatan, yakni Rusmadi Wongso-Safaruddin.

Kepala BNNP Kaltim, Brigjen Pol Raja Haryono menuturkan dalam pemeriksaan urin para calon orang nomor satu di Bumi Etam itu, pihaknya menurunkan tim berisikan 9 orang. 

“Ada 9 orang dari BNN. Jadi, petugas itu ada yang memeriksa, ada yang menganalisis, kemudian ada yang mengawasi, kemudian ada yang bertanggung jawab, semua dibagi,” jelasnya. 

Para petugas yang dipercaya melakukn tes urine itu pun diharapkan netral dan tidak berpihak dalam menjalankan tugasnya, karena mereka telah dibuatkan fakta integritas sebelum menjalankan tugas. 

“Kepada mereka dibuatkan semacam fakta intergitas, jadi diberikan tanggung jawab untuk bersikap netral. Tidak ada keberpihakan dan tidak ada kepentingan, apabila mereka melakukan pelangaran-pelanggaran, itu akan dituntut sesuai dengan hukum yang berlaku,” tegas jenderal bintang satu itu. Terkhusus untuk tes narkoba, BNNP Kaltim hanya melakukan tes urine saja untuk menguji apakah positif atau negatif narkoba. “Hanya urine saja, parameternya parameter standar, ada enam parameter,” pungkasnya. 


Raja menuturkan, BNNP Kaltim saat ini dalam posisi menunggu hasil pemeriksaan keseluruhan hasil pemeriksaan kesehatan untuk menentukan langkah selanjutnya. 

“Tanggal 16 itu kalau tidak salah, diumumkan kesimpulan hasil pemeriksaan secara keseluruhan,” paparnya. 

“Karena BNN ini hanya menyajikan, kalau nanti terbukti ada disampaikan oleh tim pemeriksa kesehatan, apakah perlu ditindaklanjuti atau tidak, kita tunggu itu, kita belum bisa berbuat apa apa, kita hanya memeriksa dan sajikan hasilnya,” timpalnya. (dor)



baca LAINNYA