Anggaran 2019 Turun 20 Persen


korankaltim
korankaltim
Koran Kaltim     3 hari yang lalu     145 kali
img

SAMARINDA - Anggaran belanja Kaltim masih belum bisa beranjak. Tahun depan diperkirakan anggaran Kaltim masih mengalami penurunan. Tak tanggung-tanggung, perkiraannya menurun hingga 20 persen dari tahun 2018. Tak ada lagi belanja jor-joran. Semua harus diperhitungkan. Belanja pemerintah harus memilih yang lebih prioritas, yang dianggap sangat penting.

Saat ini proses penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Kaltim 2019 sudah memasuki tahap akhir. Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kaltim, Zairin Zain menyebut peningkatan infrastruktur dalam menyokong konektivitas antar kabupaten/kota masih akan menjadi program prioritas. 

Hal tersebut, kata dia untuk memastikan pertumbuhan ekonomi bisa merata.

Ditengah keperluan belanja infrastruktur, masih saja ada kendala berarti dari keuangan. Kaltim seharusnya sudah lagi tak bisa berharap besar dari pertumbuhan produksi batu bara yang belakangan mulai tumbuh. Faktanya, Kaltim masih tak bisa bersandar lebih jauh dari sektor ekonomi non-eksplorasi seperti tambang batubara, dan migas.

“Karena kami sudah tidak bisa berharap lagi dengan SDA, jadi pertanian dalam arti luas, paiwisata, perikanan, peternakan dan perkebunan yang akan menjadi program utama,” kata Zairin Zain.

Soal proyeksi pendapatan Kaltim, Zairin membeber Kaltim masih belum bisa move-on dalam waktu cepat dari terpuruknya pendapatan yang bersumber dari pertambangan dan migas. Ia memprediksi, pendapatan Kaltim pada 2019 akan turun berkisar 20 persen.

“Karena harga minyak dan batubara turun naik, jadi kami hati-hati terus,” tukasnya.

Memproyeksi pendapatan memang masih belum bisa dihitung segera. Dengan demikian setidaknya, Kaltim juga tak bisa sembarangan merancang belanja semaunya. Yang paling mungkin saat ini adalah memprediksi penurunan pendapatan.

Dampaknya, belanja daerah yang vital dan utama juga harus irit. Contohnya belanja untuk pembiayaan dengan mekanisme tahun jamak (multiyears contrac (MYC). Meski tetap harus dilunasi, tapi tak semua bisa dibayarkan.

 “Kalau untuk MYC tahun ini akan kami lunasi, tapi lihat juga progres, kami tidak bisa lunasi kalau belum 100 persen. Yang kami siapkan sisanya kan ada Rp500 miliar untuk MYC, bandara kami lunasi duluan karena progresnya baik, lalu lihat tol, lihat juga jembatan kembar, yang lain kami lihat progresnya dulu,” tutupnya. (rs)

berita TERKAIT


baca LAINNYA