20 Rumah Tertimbun


korankaltim
korankaltim
Koran Kaltim     1 minggu yang lalu     95 kali
img TANGGAP DARURAT: Kondisi rumah-rumah warga yang ambuk dihantam longsor, di Desa Telemow, Kecamatan Sepaku, Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU). Longsor susulan masih berpotensi terjadi mengingat tingginya curah hujan di wilayah itu. (Foto: Erwin/kk)

PENAJAM – Longsor menimbun 20 rumah warga di Desa Telemow, Kecamatan Sepaku, Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU). Musibah yang terjadi pada Rabu (11/4) dini hari ini juga berpotensi meluas.

Longsor tak hanya merusak rumah-rumah warga di RT 06 dan RT 07 namun juga sebuah musala dan TK serta TPA. Pun jalan di desa itu juga nyaris terputus.

Data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) PPU, musibah ini menyebabkan 30 kepala keluarga kehilangan tempat tinggal. 

Namun, tak ada korban jiwa dalam musibah ini. Sebab warga sebelumnya telah diungsikan ke tempat yang lebih aman sejak Selasa (10/4) lalu.

Kasubbid Peralatan dan Logistik BPBD PPU, Nurlaila menerangkan musibah longsor sempat terdeteksi melalui pergeseran tanah, dengan panjang retakan permukaan  60 sampai 70 meter dan lebar 4-6 cm serta kedalaman 15 cm. Lokasi longsoran berada di area juram. 

BPBD menyebut longsoran berpotensi meluas karena masih ditemukan keretakan tanah. Longsor susulan berpotensi terjadi bila turun hujan lebat. “Terdapat 27 rumah yang berpotensi terdampak yang dihuni 42 KK atau 104 jiwa,” terang Nurlaila.

Pemkab PPU telah menetapkan tenggap darurat selama 14 hari ke depan atas musibah longsor di Desa Telemow ini. Langkah awal, dilakukan pemenuhan kebutuhan logistik dan pemulihan mental serta kesehatan warga. “Karena banyak yang trauma,” ungkap Nurlaila. 

Bupati PPU Yusran Aspar berkata korban longsor akan direlokasi ke Desa Trunen. Mereka akan dibangunkan rumah sementara. “Kita upayakan relokasi bagi korban bencana ini,” terang Yusran.

Untuk pemenuhan bahan pokok korban bencana, Dinas Sosial setempat akan menyuplai 200 ton beras yang didatangkan dari stok beras di Bulog.  “Penanganan bagi korban bencana ini harus sesegera  mungkin,” katanya.

 Selain pemerintah, PT ICHI Hutani Manunggal, yang beroperasi di wilayah itu diharap terlibat dalam pemulihan bencana ini. 

Muksitin, salah seorang korban longsor berharap pemerintah dapat merelokasi mereka. Selama ini, Muksitin bersama keluarganya menumpang di rumah kerabat. 

“Semuanya mengharapkan bantuan, karena kami di sini sudah puluhan tahun. Kalaupun harus dipindahkan ke tempat lain, saya bersedia,” harapnya. (wn1017)

berita TERKAIT


baca LAINNYA