Kandungan Gizi Durian
Jumlah Per 100 g
Kalori (kcal) 147
Jumlah Lemak 5 g
Kolesterol 0 mg
Natrium 2 mg
Kalium 436 mg
Jumlah Karbohidrat 27 g
Serat pangan 3,8 g
Protein 1,5 g
Vitamin A 44 IU Vitamin C 19,7 mg
Kalsium 6 mg Zat besi 0,4 mg
Vitamin B6 0,3 mg Vitamin B12 0 µg
Magnesium 30 mg
Ditakuti Bandar, Pemakai Narkoba Ogah Direhabilitasi

Ditakuti Bandar, Pemakai Narkoba Ogah Direhabilitasi


korankaltim
korankaltim
2017-05-23 15:00:08
SALAH satu upaya yang dilakukan Badan Narktotika Nasional Provinsi (BNNP) Kalrtim dan BNN Kota Samarinda untuk menekan peredaran narkoba di Kota Tepian, adalah melalui rehabilitasi bagi para pecandu narkoba, yang ingin sembuh dari ketergantungan narkotika.

Sosialisasi untuk ikut rehabilitasi bagi para pengguna nakroba pun telah dilakukan sejak lama. Namun demikian, rupanya, dibalik upaya penyadaran terhadap para pecandu tersebut, terdapat sejumlah tantangan. Diantaranya, tekanan dari bandar narkoba, yang mencoba memengaruhi penguna agar mengurungkan niat ikut rehabilitasi. Demikian disampaikan Kepala BNN Provinsi Kalimantan Timur, Brigjen Pol Sufyan Syarif.

“Dalam proses rehabilitasinya, kita tidak ada kendala. Tapi, masyarakat yang ingin mengikuti rehabilitas ini, ternyata mereka ada yang ditakut-takuti oleh bandar dan pengedar narkoba,” kata Sufyan, kemarin.

Para pengguna narkoba itu ditakut-takuti, akan dipenjara jika datang ke BNNP atau BNNK untuk direhab. “Ditakut-takuti gitu, katanya akan dipenjara. Kemudian rehab itu bayar, padahal tidak. Sudah ada anggaran sendiri untuk rehabilitasi, jadi gratis,” ujarnya.

“Beberapa hari yang lalu, ada orang tua yang mau anaknya direhab karena Barang-barangnya banyak dijual untuk beli narkoba. Tapi anak itu takut, takut diancam sama bandar narkoba. Jadi kami sampaikan, urusan bandar narkoba itu urusan kami (BNNP),” tambahnya.

Sufyan juga menerangkan, langkah menakut-nakuti tersebut dilakukan bandar narkoba agar tidak kehilangan para pelanggannya. “Jumlah pengguna narkoba memang sudah berkurang. Hanya itu, mereka ditakut-takuti,” ungkapnya.

Untuk tahun ini, BNNP Kaltim tidak memiliki target jumlah penyalahguna nakroba yang akan direhab. Namun demikian, mereka mengupayakan unutk merehabilitasi sebanyak-banyaknya. “Tidak ada target, kita mau sebanyak-banyaknya. Yang datang untuk direhabilitasi itu tidak selalu ada setiap hari,” tandasnya.

Mengenai berapa lama rehabilitasi untuk para pecandu narkoba, menurut Sufyan, akan ditentukan lewat asesmen. “Untuk berapa lama dilakukan rehab, itu kita lihat kadarnya, parah apa tidak. Ada yang rawat inap, ada yang rawat jalan, semuanya ditentukan lewat asesmen,” demikian Sufyan. (dor)

loading...

baca LAINNYA