Pengamanan Arus Mudik Dimulai 21 Juni Hingga 6 Juli


korankaltim
korankaltim
Koran Kaltim     3 months ago     8.846 kali
img

JAKARTA - Pengamanan arus mudik-balik Lebaran tahun ini digelar selama 16 hari. Lewat operasi ini diharapkan dapat menciptakan rasa aman dan nyaman masyarakat.

“Kita lakukan pengaman selama 16 hari. Mabes Polri beserta Polda, Polres dan Polsek yang didukung juga oleh TNI, Kemenhub, Kemenkes, Kemendagri, Kemendag, Kementerian PUPR dan lainnya siap menyelenggarakan operasi kepolisian terpusat dengan Ramadniya 2017 sebagai sandi operasi,” ujar Asisten Kapolri Bidang Operasi Irjen Unggung Cahyono dalam diskusi di Galeri Nasional Indonesia, Jakarta Pusat, Jumat (2/6/2017).

Pengamanan selama 16 hari akan mulai dilaksanakan pada 21 Juni-6 Juli 2017. Unggung mengingatkan agar jajarannya melakukan pengamanan arus mudik yang lebih baik dibanding tahun lalu.

“Saya juga mengingatkan pada jajaran Polda Jateng untuk pengamanan lebih baik. Karena ada penambahan jumlah personel dari Setukpa dan Brimob Mabes Polri, Polda Jabar dan Polda DIY. Selama ini jalur mudik di Pantai Utara menjadi prioritas utama kepolisian untuk diamankan,” imbuhnya.

“Kita akan koordinasikan dengan polda-polda terdekat untuk membantu mem-backup wilayah Pantura yang memang sudah menjadi rutinitas tahunan mudik, di kawasan ini lebih padat dari wilayah lain,” terang Unggung.

Selain itu Unggung memastikan bantuan personel keppolisian menjaga di jalur Tol Pejagan-Pemalang yang belum 100 persen rampung. 

“Ya seperti waktu Brexit belum rampung, kita akan siapkan water canon untuk membantu menyiram jalan agar tidak berdebu dan armada lainnya akan disiapkan. Kita juga akan mengantisipasi beberapa potensi ancaman seperti terorisme, pencurian dan perampokan, kecelakaan lalu lintas, kemacetan, pawai malam takbir dan berbagai ancaman lainnya,” katanya.

Akan ditempatkan juga petugas lalu lintas di dalam dan di luar jalan tol yang akan dilewati pemudik. Khusus di KM 71 Tol Cikopo, para petugas dipimpin perwira berpangkat kombes yang akan bertindak sebagai ‘wasit’.

“Mereka memiliki kewenangan untuk mengalihkan atau menutup arus kendaraan ke jalan alternatif jika terjadi kemacetan agar rata di jalur tol, jalur arteri Pantura, jalur tengah dan jalur selatan,” ujar Unggung.  (dtc)



loading...

baca LAINNYA

korankaltim
korankaltim
3 months ago | dibaca 1.007 kali
img
korankaltim
korankaltim
3 months ago | dibaca 1.801 kali
img