Kepastian Rute BAndara APT Pranoto Tunggu Maskapai


korankaltim
korankaltim
Koran Kaltim     1 minggu yang lalu     1.409 kali
img ilustrasi

KORANKALTIM.COM, SAMARINDA - Rute penerbangan di Bandara Samarinda Baru (BSB) atau Bandara APT Pranoto yang sudah tersebar di masyarakat saat ini ternyata belum bisa dipastikan sepenuhnya. Pasalnya, kepastian rute penerbangan dari bandara tersebut masih menunggu kepastian dari  tiga maskapai yang bakal beroperasi,  Lion Air, Garuda dan Sriwijaya Air. 

Jika kesiapan administrasi ketiganya rampung, maka rute penerbangan ke luar kaltim hingga pulau lain bisa terfasiltiasi. Hal ini disampaikan Kepala Unit Pelakasana Bandar Udara (UPBU) Temindung, Wahyu Siswoyo kepada Korankaltim.com tadi pagi. “Kalau selesai bisa melayani penerbangan Samarinda-Jakarta hingga Surabaya tapi masih menunggu maskapai yang bersangkutan,” kata Wahyu.  

Menurut Wahyu, semua maskapai memiliki peluang yang sama untuk melayani penerbangan hingga luar Kaltim. “Maskapai mana pun itu,” tegasnya.  

Memang 24 Mei mendatang operasi Bandara Temindung Samarinda di Jalan Gatot Subroto dipastikan pindah ke APT Pranoto. Jika belum ada kejelasan dari maskapai besar tersebut, bandara hanya bisa melayani penerbangan antar daerah, berfungsi sama seperti Bandara Temindung selama ini. “Seperti Samarinda-Tarakan, Samarinda-Balikpapan, dan Samarinda-Kubar yang dilayani  maskapai Express Air dan Susi Air,” jelas Wahyu.

Proses pemindahan dari Temindung ke BSB dikebut prosesnya. Sebelum 24 Mei Bandara Temindung sudah harus kosong total, tidak boleh ada aktifitas. Saat ini fasilitas perlahan dipindah termasuk beberapa pesawat.

Pemprov juga berupaya mempercantik bandara APT Pranoto sebelum diresmikan 24 Mei mendatang, diantaranya melengkapi fasilitas VIP Room. Kepala Biro Umum Setprov Kaltim S Ahdiyat mengatakan fasilitas tersebut meliputi kursi tamu, pendingin ruangan, hingga televisi. “Ya seperti kebanyakan ruang VIP. Fasilitasnya sedikit berbeda kualitasnya. Mirip dengan VIP Room di bandara Sepinggan Balikpapan,” jelas Ahdiyat secara terpisah. 


Penusli: Rusdi

Editor: Aspian

berita TERKAIT


baca LAINNYA