Surplus Beras, Stok di Gudang 24 Ribu Ton


korankaltim
korankaltim
Koran Kaltim     1 minggu yang lalu     87 kali
img Surito Widarie

PENAJAM - Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) memastikan stok pangan khususnya beras sudah aman untuk memenuhi kebutuhan selama tahun 2018, Januari-Desember. Stok beras yang ada saat ini, tercatat sudah melebihi kebutuhan beras dalam setahun di daerah itu.

Data di Dinas Ketahanan Pangan PPU mencatat sampai saat ini masih ada stok beras sebanyak 24.000 ton.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten PPU, Surito Widarie menegasakan persediaan beras yang tersimpan di gudang Bulog dan di lumbung masyarakat aman untuk memenuhi kebutuhan warga hingga akhir tahun 2018.

“Cukup sekali pangan kita, karena kebutuhan kita tidak banyak hanya 17.000 ton pertahun, sehingga sangat aman sekali,” papar Surito Widarie ketika ditemui media ini, Kamis (11/1).

Dirinya menjelaskan, meski kondisi beras di Kabupaten PPU aman bukan berarti harga dipasaran tidak akan mengalami kenaikan. Mengantisipasi itu, dirinya akan selalu memantau harga beras di wilayahnya. Menurutnya, dengan berlebihnya stok beras, pemerintah sedianya sangat bisa mengendalikan harga beras di pasaran.

Yang saat ini menjadi tantangan diakui Surito adalah ketersediaan bahan pokok lain, yakni bawang. Hasil evaluasi selama setahun kemarin, diketahui stok bawang merah dan cabai mengalami kekurangan. Oleh karenanya, pada tahun-tahun yang akan datang PPU harus menggenjot produksi bawang lokal agar dapat mencukupi kebutuhan lokal. “Tahun kemarin, itu tidak cukup, sehingga harus mendatangkan dari luar daerah seperti dari Balikpapan dan Jawa,” ungkapnya.

Ke depan, pihaknya akan mengembangkan sentra produksi bawang yang akan dialokasikan lahan di Kecamatan Babulu. Semau ini kata dia agar pasokan pangan di dalam daerah mampu memenuhi kebutuhan masyarakat.

“Kami akan kembangkan kerja sama dengan Bank Indonesia dan Dinas Pertanian PPU, Insya Allah dikembangkan kurang lebih 100 hektare lahan untuk penanaman bawang,” jelasnya.

Sebelumnya, pemerintan bersama masyarakat setempat telah menanam bawang. Namun hasilnya itu akan kembali dijadikan benih, lalu tanam diluasan lahan yang cukup luas, sehingga ke depannya bawang yang ada di PPU dapat memuhi kebutuhan masyarakat setempat khususnya Kaltim. (wn1017)



baca LAINNYA