Dermaga Rakyat di Kampung Baru Memprihatinkan


korankaltim
korankaltim
Koran Kaltim     1 minggu yang lalu     121 kali
img MEMPRIHATINKAN – Kondisi dermaga di Kampung Baru, Desa Mangkupadi Tanjung Palas Timur yang memperihatinkan.

TANJUNG SELOR – Kondisi dermaga rakyat yang biasa digunakan oleh para nelayan bersandar di Kampung Baru, Desa Mangkupadi, Kecamatan Tanjung Palas Timur sangat memprihatinkan. Tiang penyangga lepas, hingga membuat jembatan ke dermaga itu nyaris roboh. Tak hanya itu, papan lantai pada dermaga banyak yang hilang terbawa arus laut.

Buruknya kondisi dermaga ini, diketahui saat Ketua Komisi III DPRD Bulungan Moh Nafis bersama beberapa anggota lainnya melakukan kunjungan ke desa tersebut, beberapa waktu lalu. 

“Kami minta dermaga ini mendapat perhatian khusus dari pemerintah daerah. Sebagai keberadaan dermaga tersebut sangat diperlukan oleh masyarakat di desa itu yang mayoritas adalah nelayan,” ungkap Nafis kepada Koran Kaltara, kemarin.

Ia juga sempat konfirmasi kepada warga setempat yang ada di Tanjung Palas Timur. Disebutkan pembangunan dermaga tersebut dilakukan beberapa tahun lalu oleh pemkab Bulungan melalui Dinas Kelautan dan Perikanan.

Sayang, dalam waktu yang masih terbilang masih seumur jagung, baru dua tahun dermaga tersebut selesai dibangun, kondisinya sudah tidak layak digunakan. Padahal dermaga itu adalah satu-satunya aset nelayan yang ada di Kampung Baru.

“Saya sempat berbicara dengan salah satu warga. Menurut mereka, kondisi dermaga bertambah parah kerusakannya saat terhempas gelombang. Apalagi saat angin utara. Di mana gelombang sangat tinggi,” jelasnya.

Sementara itu saat dikonfirmasi, Kepala Bidang Perusahaan Perikanan dan TPI pada Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Bulungan Syam Hendarsyah mengatakan, kondisi dermaga yang ada di Kampung Baru sudah beberapa kali dibangun. Akan tetapi tidak ada satupun yang bertahan lama. Hal ini karena ombak laut di daerah itu yang cukup besar. Apalagi saat musim angin utara.

Satu-satunya jalan, kata dia, adalah dengan membangun dermaga secara permanen. Hanya saja yang menjadi kendala, untuk membangun dermaga permanen diperlukan biaya yang sangat besar. 

Dermaga yang ada saat ini, menurutnya, dibangun sejak 2011 lalu. Diakuinya, hingga saat ini belum ada perbaikan.  “Sampai saat ini belum ada perbaikan dermaga, karena semakin tahun anggaran Bulungan semakin berkurang. Waktu itu juga, kenapa kita buat dermaga seperti itu, ya karena anggaran kita terbatas,” kata Syam.

Dirinya menambahkan, dermaga yang ada di Bulungan hanya 3. Yakni di Bunyu, Tanjung Palas Timur dan Sekatak. Dua di antaranya dermaga kecil dan satu dermaga besar. Anggaran pembuatan dermaga itu, sebut dia mencapai ratusan juta rupiah. “Nelayan paling banyak itu di Bunyu, Tanjung Palas Tengah, dan Tanjung Palas Timur” pungkasnya. (ike815) 




baca LAINNYA