Rp60 Miliar untuk Trans Kaltara Sekatak-Malinau


korankaltim
korankaltim
Koran Kaltim     1 minggu yang lalu     121 kali
img PERLU PERHATIAN - Kondisi jalan di perbatasan perlu mendapat perhatian, karena kondisinya rusak parah sehingga sangat menyulitkan warga setempat.

MALINAU- Seperti diungkapkan Kepala Satker Pengelola Jalan Nasional (PJN) Wilayah I Kaltara, Sulistya Mahandra, tahun ini anggaran untuk perbaikan Jalan Trans Kaltara telah dialokasikan pemerintah pusat. Termasuk untuk ruas jalan mulai dari Sekatak Buji hingga Malinau. 

Alokasi anggaran untuk peningkatan mutu dan perbaikan jalan sepanjang sepanjang sekitar 130 kilometer (km) tersebut cukup besar. “Pagu anggarannya Rp60 miliar,” ungkap Kepala Satker PJN Wilayah I Kaltara, Sulistya Mahendra, Kamis (11/1) kemarin, saat dikonfirmasi media ini terkait dengan perbaikan Jalan Trans Kaltara.

Untuk penanganan atau perbaikan jalan yang bersifat darurat karena sangat membahayakan, dilakukan langsung oleh pihak PJN. Termasuk kerusakan pada titik Jalan Trans Kaltara yang ada di wilayah Desa Sesua Kecamatan Malinau Barat. 

Seperti diberitakan media ini sebelumnya, jalan tersebut amblas dan berlobang besar, sehingga sangat membahayakan kendaraan atau pengguna jalan di sana. Kerusakan tersebut sudah diperbaiki pihak PJN. “Itu sudah diperbaiki langsung,” ungkapnya.

Alokasi anggaran sebesar itu, sambung Sulistya Mahendra, disediakan untuk penanganan Jalan Trans Kaltara dengan konsep long segment. Kemudian juga untuk penanganan efektif seperti perbaikan geometrik jalan sepanjang 4 km. 

“Ini sedang dalam evaluasi,” imbuh Sulistya Mahendra. 

Tahun lalu, alokasi anggaran untuk penanganan jalan ini sebesar Rp49 miliar. Digunakan untuk perbaikan-perbaikan ruas jalan yang rusak, termasuk penurunan sejumlah ruas atau titik jalan.

Penanganan kerusakan jalan yang ada di wilayah Malinau pun dilaksanakan pada tahun ini. Kerusakan memang cukup banyak dan sudah terlihat parah. Tersebar di jalan yang ada di wilayah Desa Sesua dan Sempayang, sepanjang 10 hingga 15 km.

“Ada penanganan di tahun ini. Sekarang masih proses persiapan lelang,” pungkas Sulistya Mahendra. (wh)


baca LAINNYA