Kasus Minyak Cemari Laut, Sudah Ada yang Mesti Tanggungjawab


korankaltim
korankaltim
Koran Kaltim     5 hari yang lalu     71 kali
img KAPOLDA Kaltim Irjen Pol Priyo Widyanto. (Foto: Yudi/kk)

BALIKPAPAN - Rencana pengangkatan pipa patah milik Pertamina di perairan teluk Balikpapan kembali ditunda, tanpa alasan yang jelas. Hingga Senin (16/4) kemarin, Pertamina akan terus berupaya mengangkat pipa itu. Sementara dari kepolisian, pihak yang bertanggungjawab terkait kasus itu sudah dimintai keterangan.

Area Manager Communication & Relations Pertamina Refinery Unit (RU) V Alicia Irzanova mengatkaan, bahwa pengangkatan pipa minyak itu kembali dijadwalkan Rabu (18/4) besok.

“Ditunda hari ini mas belum ada pengangkatan pipa, rencana Rabu ya. Nanti kita kabari,” kata Alicia, dikonfirmasi Senin (16/4) kemarin.

Terpisah, Kapolda Kaltim Irjen Pol Priyo Widyanto mengatakan, saat ini pihaknya masih mengumpulkan bukti-bukti serta keterangan saksi-saksi, dan juga keterangan ahli.

“Kita sedang menunggu hasil laboratorium, menunggu hasil pemeriksaan saksi ahli, menunggu hasil pengangkatan pipa yang di bawah laut,” ujarnya.

Dikatakan Priyo, bahwa pengangkatan pipa crued oil milik Pertamina tersebut memang membutuhkan waktu, mengingat kedalaman dan beban pipa. “Nanti belum cukup sehari. Itu kan panjang, harus nunggu crane. Nanti puslabfor yang akan membagi berapa panjang pipa yang akan dibawa,” ujar Priyo.

Dia memastikan dalam proses penyelidikan dan penyidikan, tidak menemui kendala.”Tidak ada kendala kita nunggu Puslabfor, orang yang bertanggungjawab sudah kita periksa. Tinggal setelah itu kita simpulkan yah,” tandasnya. (yud)

berita TERKAIT


baca LAINNYA