Menteri ESDM Resmikan Fasilitas Produksi Gas Lapangan Jangkrik


korankaltim
korankaltim
Koran Kaltim     2 bulan yang lalu     799 kali
img TINJAU LAPANGAN: Menteri Jonan meninjau fasilitas produksi gas lapangan jangkrik yang baru saja diresmikan.

TENGGARONG – Beberapa hari yang lalu, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan meresmikan, Fasilitas Produksi Gas Lapangan Jangkrik di area Fasilitas Penerimaan Darat ORF (Onshore Receiving Facility) di Kelurahan Handil Baru Kecamatan Samboja, ditandai penekanan tombol sirine oleh Menteri ESDM yang didampingi Plt. Bupati Kukar Edi Damansyah, Duta Besar Italia untuk Indonesia Vitorio Sandali, Asisten II Sekprov Kaltim Ihwansyah, Dirjen Migas Amien Sunaryadi dan manajemen ENI Muara Bakau, Selasa (31/10) lalu.

Plt Bupati Edi Damansyah menyambut baik dengan diresmikannya produksi Gas Lapangan Jangkrik Handil Baru Samboja, yang akan memproduksi Gas, guna mencukupi kebutuhan didalam negeri serta memasok LNG ke pasar domestik dan juga ekspor. “Keberadaan fasilitas produksi gas Lapangan Jangkrik ini, sangat penting dan diharapkan memberikan dampak nyata kepada masyarakat Kalimantan Timur khususnya di Kutai Kartanegara. Dengan tercukupinya pasokan gas yang terintegrasi melalui jaringan gas rumah tangga (Jargas) sesuai program pemerintah pusat,” katanya.

Sementara itu, Menteri ESDM Ignasius Jonan mengatakan, fasilitas produksi gas lapangan Jangkrik, merupakan bagian integrasi dari proyek pengembangan Kompleks Jangkrik yang dioperasikan oleh perusahaan ENI Muara Bakau selaku Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) dengan pemerintah.

“Produksi gas dari Jangkrik akan memasok LNG ke pasar domestik dan juga ekspor, sehingga memberikan kontribusi yang signifikan terhadap kebutuhan energi Indonesia. Ini menjadi bukti, bahwa minat investasi dihulu migas menarik,” katanya.

Menteri Jonan juga mengungkapkan pengoperasian Floating Production Unit (FPU) Jangkrik menjadi bukti, bahwa Indonesia mampu mengembangkan lapangan migas baru. “FPU Jangkrik mampu mengembangkan lapangan migas baru, dan kita akan selalu melakukannya,” ujar Menteri Jonan. 

Diketahui, ENI resmi menjadi operator Blok Muara Bakau pada 2002. Blok Muara Bakau terletak di lepas pantai cekungan Kutai sekitar 70 km dari garis pantai Kaltim.

Penemuan cadangan gas pertama terjadi pada 2009 di Sumur Jangkrik-1. Berjarak sekitar 20 km dari Lapangan Jangkrik, pada blok yang sama terdapat sumur Jangkrik North East yang ditemukan pada tahun 2011, dan kemudian diintegrasikan dalam satu rencana pengembangan lapangan POD. Pemerintah Indonesia menyetujui POD Lapangan Jangkrik pada tahun 2011 dan Lapangan Jangkrik North East pada 2013. Persetujuan Lapangan Jangkrik North East melingkupi penggabungan pengembangan Lapangan Jangkrik yang dinamakan ‘Jangkrik Complex Project’. (adv/ran/Hms)


baca LAINNYA