Potensi Penerimaan PBB-P2 Kutim Bisa Capai Target


korankaltim
korankaltim
Koran Kaltim     6 bulan yang lalu     1.467 kali
img KEPALA Bapenda Kutim optimis penerimaan PBB P2 melalui loket maupun dari juru pungut di kecamatan dan desa akan terealisasi sesuai target.

SANGATTA - Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) selaku leading sector pengelolaan pajak daerah, terus memaksimalkan kinerja demi peningkatan pendapatan asli daerah (PAD) dari 11 pajak yang dikelola. Khusus untuk peningkatan penerimaan daerah dari Pajak Bumi dan Bangunan Pedesaan dan Perkotaan (PBB-P2), Bapenda tahun ini menargetkan angka Rp 3 miliar. 

“Hingga 26 September 2017, Alhamdulillah sudah terealisasi Rp 2,2 miliar,” kata Kepala Bapenda Musyaffa, Rabu (27/9).

Dia optimis target  tersebut dapat tercapai hingga akhir 2017. Saat ini Bapenda telah mengelola potensi penerimaan PBB dari 18 kecamatan se-Kutim dengan jumlah SPPT (surat pemberitahuan pajak terhutang) yang berbeda tiap wilayah. Total ada sebanyak 103.700 SPPT yang ditagihkan oleh pihak Bapenda Kutim kepada para wajib pajak.

Rinciannya di Kecamatan Muara Ancalong ada sebanyak 1.669 SPPT yang tersebar di 13 desa. Di Busang terdapat 813 SPPT untuk 7 desa, di Muara Wahau sebanyak 15.609 SPPT dari 14 desa, serta di Kecamatan Kongbeng terdapat 9.691 SPPT dari 7 desa. Berikutnya di Telen 1.643 SPPT dari 8 desa, Kecamatan Muara Bengkal sebanyak 2.600 SPPT dari 14 desa, Batu Ampar yakni 1.415 SPPT dari 7 desa.

“Dari 18 desa yang ada di Sangatta, ada sebanyak 26.748  SPPT,” tambah Musyaffa.

Selanjutnya di Kecamatan Bengalon terdapat 6.766 SPPT dari 12 desa. Sangatta Selatan berjumlah 2.962 SPPT dari 4 desa, Sangatta Selatan sebanyak 1.219 SPPT dari 6 desa. Rantau Pulung dengan 10.450 SPPT dari 8 desa, Sangkulirang dengan 6.488 SPPT dari 22 desa, Sandaran berjumlah 1.712 SPPT dari 7 desa, Kaliorang yakni 4.823 SPPT dari 8 desa, serta Kecamatan Karangan dengan 1.630 SPPT dari 7 desa. Dengan kinerja yang baik, verifikasi potensi yang lebih rinci dan identifikasi dari para pihak serta inisiatif pelaporan dari wajib pajak, maka bukan tidak mungkin potensi penerimaan PBB P2 terus bertambah. Apalagi terus berkembang. (adv/hms3)

berita TERKAIT


baca LAINNYA