DPRD Gelar Vaksin Mandiri Cegah Difteri


korankaltim
korankaltim
Koran Kaltim     3 minggu yang lalu     532 kali
img ANGGOTA DPRD Balikpapan yang juga Ketua Baperda DPRD Balikpapan Syafruddin melakukan vaksinasi Difteri, yang berlangsung di ruang kerja Komisi IV DPRD, Senin (22/1).

BALIKPAPAN – DPRD Balikpapan melakukan vaksinasi Difteri di lingkungan DPRD Kota, Senin (22/1) kemarin. Langkah itu dilakukan sebagai bagian dari sosialisasi pentingnya imunisasi Difteri, guna mencegah penyebaran bakteri Corynebacterium diphtheriae, sebagai penyebab difteri.

Vaksinasi difteri ini diinisiasi Komisi IV DPRD Balikpapan, sekaligus juga mengajak masyarakat Balikpapan melakukan vaksin difteri secara mandiri. Mengingat kota Balikpapan sebelumnya, telah dinyatakan Kejadian Luar Biasa (KLB) difteri.

Kegiatan ini kerja sama DPRD, sekretariat DPRD dengan DKK Balikpapan. Tidak kurang 20 anggota DPRD Balikpapan ikut serta pemberian vaksinasi Difteri.

Ketua Komisi IV DPRD Balikpapan Mieke Henny mengatakan, kegiatan vaksinasi ini dilakukan untuk mencegah difteri, sehingga DPRD melakukan inisiatif dengan melakukan vaksin Difteri secara mandiri.

“Dengan adanya KLB Difteri ini, kita juga turut prihatin dengan ikut menengok ke pasien, sekaligus memberikan contoh agar melakukan vaksin,” kata Mieke, Senin (22/1).

Pihaknya mengajak kepada orangtua, agar anaknya diberikan vaksin dengan datang ke rumah sakit atau Puskesmas terdekat, sesuai usianya. Termasuk juga kepada  orang dewasa, untuk melakukan vaksin difteri secara mandiri.

“Bagi bapak atau ibu yang anaknya belum vaksin, segera vaksin. Karena langkah pencegahannya dengan vaksin,” ujar Mieke.

Dia juga menilai upaya yang dilakukan Dinas Kesehatan Kota dalam menanggulangi difteri setelah dinyatakan KLB Difteri, sudah sangat terkoordinasi dengan baik. Baik itu ke rumah sakit, BPJS Kesehatan serta pihak terkait seperti Lurah dan Camat, termasuk kepada ketua RT dan tokoh masyarakat .

“Saya sudah pantau, sosialisasi dan antisipasi difteri bersama BPJS, rumah sakit. Pelaksanaannnya sudah bagus,” tambah Mieke.

Terpisah, Kepala Dinas Kesehatan Kota Balikpapan Balerina mengatakan, penanganan KLB Difteri terus dilakukan. Terutama, di kelurahan yang terindiasi warganya positif menderita Difteri.

“Sejak 4 Januari 2018 sudah dilakukan penanganan dengan vaksin secara bertahap, khususnya pada RT yang ditemukan pasien positif Difteri. Saat ini masih ada 6 yang dinyatakan suspect (dicurigai) Difteri. Dimana hasil mikroskopik difterinya positif, namun kulturnya masih menunggu, sehingga masih diduga,” kata Balerina.

Dia juga menyebut, dalam penanganan pihak rumah sakit juga sudah komitmen menyediakan ruang isolasi perawatan, apabila terdapat pasien Difteri.

“Tersedia 16 ruang isolasi dari 15 rumah sakit. Bahkan KKP juga menyediakan ruang isolasi,” demikian Balerina. (din/adv)



baca LAINNYA