Coklit Pertama di Rumah Wali Kota Balikpapan


korankaltim
korankaltim
Koran Kaltim     4 minggu yang lalu     873 kali
img COKLIT TERPAGI: Petugas melakukan coklit di kediaman Wali Kota Rizal Effendi dan Wakil Wali Kota Rahmad Mas’ud.

BALIKPAPAN - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Balikpapan melakukan Pencocokan dan Penelitian (Coklit) pertama dan terpagi pukul 05.30 Wita dengan menyambangi kediaman Wali Kota Balikpapan, HM Rizal Effendi, di Rumah Dinas Wali Kota, Jl Syarifuddin Yoes, Sepinggan Balikpapan, Sabtu (20/01) lalu.

KPU Balikpapan kemudian juga melakukan coklit di rumah pribadi Wakil Wali Kota Rahmad Mas’ud di Jl Wiluyo Puspoyudo sekitar pukul 08.00 Wita.

Di rumah dinas wali kota merupakan coklit pertama dan terpagi secara nasional. Kegiatan pencocokan dan penelitian data penduduk pemilih dilakukan secara serentak di seluruh Indonesia oleh KPU.

Wali Kota Balikpapan Rizal Effendi didampingi istrinya Arita Rizal Effendi secara simbolis menerima Hendra Marinus, yang merupakan salah seorang Petugas Pemutakhiran Data Pemilih (PPDP) untuk di data nama-nama yang ada di keluarganya.

Wali kota menyerahkan Kartu Keluarga dan KTP asli, sebagai syarat mutlak untuk di data sebagai pemilih. Rizal merupakan warga RT 13 Kelurahan Sepinggan Raya, Kecamatan Balikpapan Selatan.

Hadir pula Ketua KPU Balikpapan Noor Thoha dan seluruh komisioner serta sejumlah staf KPU Balikpapan, Ketua Panwaslu Balikpapan Ahmadi Aziz, sejumlah lurah yang ada di Kecamatan Balikpapan Selatan, serta anggota PPK dan PPS.

Ketua KPUD Balikpapan Noor Thoha mengatakan coklit ini untuk validasi data pemilih untuk kepentingan pilgub dan pileg 2019.

“Coklit ini salah satu tujuannya adalah untuk mengetahui data pemilih yang paling valid. Untuk itu PPDP nanti akan meminta data kepedudukannya,” ujarnya.

Coklit pada Sabtu lalu dilakukan secara serentak dengan menurun petugas lapangan untuk memutahirkan data pemilih baik untuk Pilgub Kaltim 2018 maupun Pileg 2019.

Pada kesempatan sama, wali kota mengatakan coklit sangat penting untuk data pemilih yang setiap pelaksanaan dapat dipersoalkan jika jumlah pemilih tidak akurat dan tepat.

“Di daerah lain, justru jumlah pemilih ini menjadi persoalan saat pilkada. Untuk itu saya memohon warga untuk mendukung coklit serentak ini,” ajaknya.

Ia juga menambahkan, bahwa kegiatan coklit ini bukanlah kegiatan yang mudah. Sebab PPDP harus mendata warga dari rumah ke rumah. Untuk itu dia meminta agar PPDP bekerja secara teliti.

“Inikan tugas yang sangat berat. Dan bapak ibu akan bekerja keras selama satu bulan dalam mendata warga. Untuk saya berpesan agar mendatanya secara seksama dan teliti,” tandasnya.

Sementara wakil wali kota Rahmad Mas’ud yang tinggal di RT 23 Klandasan Ulu mengatakan program coklit juga dapat dijadikan sosialisasi kepada warga untuk partisipasi dalam pelaksanaan pilkada 2018 maupun Pileg 2019.

Dengan masyarakat mengetahui dan paham diharapkan Rahmad pada pemilihan gubernur dan wakil gubernur Kalimantan Timur kali ini tingkat partisipasinya melebihi dari pilgub lima tahun lalu dan Pilwali Balikpapan 2015 lalu. “Saya berharap tingkat partisipasi warga untuk memilih mengalami peningkatan. Kalau bisa sembilan puluh lima persen, atau seratus persen sekalian,” kata Rahmad Mas’ud.

Rahmad Mas’ud yang juga Ketua Golkar Balikpapan berpesan kepada warga agar benar-benar memanfaatkan hak suaranya dalam memilih Gubernur dan Wakil Gubernur Kaltim nanti.

“Golput itu pemikiran yang harus kita rubah. Karena itu untuk menentukan baik suatu daerah seperti Kalimantan Timur, itu dilihat dari figur yang dipilihnya. Kalau kita tidak memilih, artinya kita tidak menggunakan hak kita untuk menentukan pemimpin kita nanti, agar bisa membangun dan memberikan kontribusi kepada daerah kita,” tukasnya. (din/ros/adv)


baca LAINNYA