KTNA Pelopor Pembangunan Pertanian


korankaltim
korankaltim
Koran Kaltim     4 bulan yang lalu     1.511 kali
img TANAM POHON: Rusmadi saat melakukan penanaman pohon di areal kebun masyarakat di Desa Batu-Batu, Kecamatan Muara Badak.

MUARA BADAK - Program pembangunan pertanian dalam arti luas yang dikembangkan Pemprov Kaltim terus dilakukan. Bahkan komitmen tersebut sejak awal kepemimpinan Gubernur Kaltim 2009 menjadi prioritas utama pembangunan daerah. 

Sekprov Kaltim Dr H Rusmadi usai menghadiri pelantikan Pengurus KTNA Kaltim periode 2017-2021 mengatakan, menyukseskan pembangunan tersebut juga menjadi tanggung jawab semua pihak terutama pengurus Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA). 

KTNA memiliki peran penting dalam mendukung program pemerintah. Karena itu, KTNA harus menjadi pelopor pembangunan pertanian di Kaltim. Investasi di Kaltim berada di sektor pertanian dalam arti luas. Karena itu, sektor ini diharapkan dapat dikawal, sehingga mampu meningkatkan kesejahteraan rakyat. Tanpa harus bergantung pada sektor batu bara dan migas di masa akan datang. Karena itu, peran KTNA sangat diperlukan agar pengembangan sektor pertanian berjalan maksimal. 

“Artinya, pembangunan pertanian bukan hanya harus didukung dengan lahan yang cukup dan tidak bermasalah bagi masyarakat. Tetapi perlu dukungan kelembagaan, sehingga pengembangan sektor pertanian semakin maju dan profesional,” kata Rusmadi Wongso di Lahan Pertanian, Desa Batu-Batu, Muara Badak, Senin (18/12).

Contohnya, bagaimana pemasaran dan pengolahan hasil produksi pertanian menjadi berkualitas. Itu semua diperlukan adanya kelembagaan dan komunitas yang profesional. Dalam hal ini KTNA merupakan lembaga organisasi petani dan nelayan yang diharapkan mampu menjadi penggerak sukses pertanian. 

Pemprov Kaltim memberikan apresiasi yang tinggi terhadap semangat yang telah dibangun KTNA di Kaltim dalam mendukung pembangunan pertanian. Apalagi sayap-sayap organisasi ini, mulai Asosiasi Penyuluh Swadaya Indonesia (APSI), Asosiasi Petani Jagung Indonesia (APJI) dan Induk Koperasi Tani (Inkoptan) bekerja dengan baik.

Ini mencerminkan KTNA dalam mendukung pembangunan pertanian dalam arti luas sudah melihat beberapa aspek. KTNA memerlukan orang-orang dalam lembaga tersebut untuk menyukseskan program pertanian. Semua itu tidak lain untuk memotivasi petani, agar petani semakin profesional menjalankan aktivitas dan meningkatkan produktivitas hasil produksi yang dimiliki. 

“Kita harapkan dengan adanya kepengurusan baru di KTNA dapat meningkatkan produksi hingga pemasaran pertanian. Pemprov meyakini, adanya kepengurusan ini sebagai jawaban untuk menyukseskan pembangunan pertanian. Karena, semangat gotong royong di kepengurusan ini sangat tinggi,” kata Rusmadi. (jay/sul/ri/adv)

berita TERKAIT


baca LAINNYA