Bangunan SDN 001 Kembang Janggut Bermasalah


korankaltim
korankaltim
Koran Kaltim     4 bulan yang lalu     1.257 kali
img KUNJUNGAN : Anggota DPRD Salehudin saat mengunjungi SDN 001 Kembang Janggut yang dinilai bermasalah lantaran tak bisa dimanfaatkan oleh pihak sekolah.

TENGGARONG - Anggota Komisi I DPRD Kutai Kartanegara (Kukar) H. Salehudin meminta Kejari untuk mengusut tuntas persoalan yang menjadi penyebab belum difungsikannya bangunan SDN 001 Kecamatan Kembang Janggut.

“SD 001 berpotensi langgar hukum bila tidak segera diselesaikan, kami sudah menyambangi OPD terkait untuk APBD 2018 namun bandel. Oleh karenanya kita minta Kejari segera tangani,” kata Saleh kepada Koran Kaltim kemarin.

Saleh mengungkapkan sudah delapan tahun bangunan SDN 001 Kembang Janggut tidak difungsikan. Hal ini dikarenakan seluruh elemen sekolah dari Kepala Sekolah (Kepsek) guru dan para murid tidak berani menggunakan bangunan yang rampung pada 2009 lalu tersebut.

“Mereka tidak berani menggunakannya karena lantai dua gedung itu retak, atapnya empat sudut bocor semenjak selesai. Saya sudah melaporkan hal ini dan sudah ditinjau langsung oleh Kadisdik, Bappeda dan Komisi yang ada di DPRD, namun hingga saat ini belum ada tindak lanjutnya,” ungkapnya.

Terpisah, Kepala UPT Disdikbud Kecamatan Kembang Janggut Muthalib menjelaskan awal mula pembangunan SD dimulai sejak tahun 2008 dan rampung pada 2009. Namun sejak saat itu bangunan yang telah rampung tidak difungsikan dikarenakan cukup mengkhawatirkan jika dipakai untuk kegiatan belajar mengajar.  

“Karena ada kekhawatiran, yakni lantai dua retak, kemudian jika diperhatikan posisi bangunannya condong. Bangunannya ada enam lokal masing-masing tiga lokal di lantai satu dan lantai dua. Atapnya empat sudut bocor sehingga plafonnya hancur,” jelasnya.

“Kontraktornya tidak beres dan tidak bertanggung jawab. Nama kontraktornya kalau tidak salah Maha Karunia yang sejak selesai sampai saat ini tidak jelas keberadaannya. Pernah dulu para tukang bangunan berkelahi dengan kontraktor untuk menanyakan gaji tukang yang tidak dibayar,” tambah Muthalib. (adv/hei)

berita TERKAIT


baca LAINNYA